Langsung ke konten utama

20 tahun



Banyak mimpi, banyak cita-cita, banyak harapan-harapan yang sudah saya sebut-sebut selama ini, ternyata sampai sekarangpun belum terwujud juga. Satu hal yang mungkin patut saya syukuri hari ini adalah rasa ikhlas saya terhadap seseorang yang mungkin selama tujuh tahun ini menjadi tema segala keluh kesah saya. Entah bagaimana ceritanya saya bisa tersesat selama itu pada hati yang sama. Sebuah perjalanan yang entah saya sendiri juga tidak paham, bagaimana bisa sekuat itu saya bertahan. Sejatuh cinta itu saya kepada seseorang yang bahkan, mencintai dengan tulus pada sayapun tidak pernah. Memang, saya yang salah, saya yang terlalu jatuh, hingga lupa bagaimana caranya bangkit lalu pergi. Dari semua kebetulan yang saya lalui, kebetulan yang saya sesalkan adalah pernah jatuh hati denganmu.
     Namun hari ini, sudah, maka saya sudahi kebodohan saya, saya akhiri penantian ini pada seseorang yang bahkan sama sekali tak pernah menunggu saya. Saya selesaikan cerita yang tak pernah happy ending ini. Nggak semua cerita harus happy ending dan nggak semua orang yang ketemu bisa sama-sama saling. Termasuk kita yang pernah pernah ada dalam satu cerita.Tidak pantas saya untuk menyalahkan semesta, karena saya mengerti bahwa hal baik kadang diberikan lewat hal-hal menyakitkan seperti rasa kecewa.
        Masa lalu akan tetap ada karena kita selalu berjalan kepada masa depan yang setiap harinya kita selalu menambah satu hari untuk masa lalu. Sesakit apapun, sekecewa apapun, itu sekedar cerita lama. Cerita lama yang kadang lebih baik untuk di lupakan. Atau mungkin tidak perlu dilupakan, sekedar jadikan pelajaran, dan berjanji untuk tidak menemukan hal sama di kemudian hari. 
Sekarang tanggal 18 Mei 2020, ya itu artinya hari ini umurku sudah 20 tahun lebih 3 hari. Dua puluh tahun lalu Tuhan memilih saya untuk hidup di planet bernama bumi ini. Sebagai seorang taurus yang keras kepala dan suka menulis, saya hanya ingin memberikan hadiah kepada diri saya sendiri sebuah tulisan, sekadar ucapan terima kasih karena telah hidup dengan baik. Setelah bertemu banyak orang, melalui banyak cerita, merasakan banyak sakit, ternyata saya belum terlalu dewasa dengan umur saya yang sudah berkepala dua ini.
       Saya rasa suatu saat saya akan menemukan definisi dewasa tersebut, ketika saya lebih memilih diam dan mendengarkan daripada beribut, ketika saya bisa menerima bahwa nggak semua keinginan kita dijawab semesta sekarang, nggak semua doa dan harapan harus terkabul, maka saat itu saya sadar, tingkat kedewasaan saya mungkin sedikit lebih meningkat daripada sebelumnya.
Entah saya sendiri juga tidak paham sedang menulis apa, tapi yang jelas, saya hanya ingin berdoa semoga di 20 tahun ini mimpi saya semakin dekat. 

Source picture : unplash
  

Komentar