Langsung ke konten utama

Finding


Beberapa hari yang lalu saya menemukan sebuah kutipan.

"Beberapa orang tidak pernah berbagi kekhawatiran mereka, bahkan dengan keluarga mereka. Seolah-olah mengatakannya itu terlalu sulit. Mereka tak pernah mengatakan itu dan memendamnya dengan rapih di dalam kepala mereka sendiri. Mungkin, sampai mereka mati. Mereka membangun pondok sendiri di dalam hati mereka dan tidak pernah meninggalkan pondok itu seumur hidup mereka. Bahkan saat kesepian, mereka tidak pernah mengakuinya. Mereka lebih suka merenungkannya daripada bercerita kepada keluarganya."  

Satu dua orang di dunia ini harus tumbuh sendirian. Menjadi tuan untuk dirinya sendiri. Berbagi cerita dengan kepalanya sendiri. Telinga mereka bising, isi kepala mereka ramai, dan ternyata pemikirannya yang menjadi sumber segala kalut. Beberapa orang menikmati, kesepiannya, kesendiriannya, kekosongannya. Karena mereka tahu bahwa, hanyalah diri mereka sendiri teman untuk dirinya. 

Banyak hal yang tidak bisa diungkapan begitu saja, kepada siapa saja, dengan apa saja. Karena kita tahu kalau, tidak ada manusia yang benar-benar paham masalah kita kecuali isi kepala sendiri. Tidak ada manusia yang bisa merasakan keadaan kita kecuali hati kita sendiri. Maka manusia paling dekat tidak lain tidak bukan ialah diri sendiri. 

Saya mungkin adalah salah satu tokoh dalam kutipan tersebut. 

Waktu mengajari saya untuk menyimpan kenangan dengan baik, berpikir tentang masalah sendiri dan memecahkannya sendirian. Berbagi kebahagiaan, kesedihan, kehampaan, dengan diri sendiri, karena saya tahu kalau, tidak semua orang bisa menjadi teman. Dan kita tidak pernah bisa menuntut seseorang untuk menjadi teman bahkan lebih daripada itu.


Source picture : unplash


Komentar