Kadang, menyerah terlihat lebih mudah daripada bertahan, sesederhana kita menghancurkan sesuatu yang bisa jadi sudah ditata dengan rapi sebelumnya. Segala sesuatunya terlihat rumit dan jauh, seakan perjalanan tidak memiliki ujung, tapi kita, dipaksa untuk terus melangkah bahkan lari. Beberapa hal diajarkan oleh semesta tanpa kita tau apa maksudnya. Beberapa hal selalu rumit untuk kita telaah apa manfaatnya untuk kita kelak.
"Jangan lupa makan..." ujar perempuan tua itu yang menyadarkanku dari lamunan.
Aku hanya menoleh kearahnya, sambil menatap hujan deras di luar ruangan. Ia seperti tahu betul kalau pikiranku sedang rumit-rumitnya. Tak lama kemudian aku menyandarkan kepalaku di depan laptop sembari memandangi hujan yang semakin deras.
Ada perempuan mungil yang tengah berdiri di depan kantor, seperti sedang menunggu seseorang. Aku hanya menatapnya kosong. Tak lama kemudia keluar seorang laki-laki yang menemui perempuan mungil itu. Mereka berpelukan dan tampak bahagia satu sama lain. Laki-laki itu membuka payung dan merangkul si perempuan lalu mengajaknya menyebrang jalan.
Ya, dalam beberapa fase hidup, mungkin akan lebih menyenangkan kalau kita melewati bersama seseorang, seseorang yang juga sama-sama peduli, sama-sama membantu, atau mungkin yang sama-sama mencintai. Segala hal terasa lebih ringan bahkan menyenangkan. Ya, tapi kita tau, nggak semua orang bisa seberuntung itu. Untuk bisa bertemu seseorang yang bisa sama-sama saling.
Aku hanya terus memandangi luar ruangan itu, orang-orang berjalan kesana-kemari, menyebrang jalan, dan beberapa ojek online datang menjemput karyawan. Sore itu terlalu ramai untuk pikiranku yang rumit dan hidupku yang kosong.
Tak sadar, tiba-tiba air mataku menetes begitu saja, menyadari beratnya masalahku untuk ditanggung sendirian. Tanpa teman atau tempat bercerita. Menahannya seakan bom yang beberapa detik lagi akan meletus. Aku menatap laptopku yang penuh banyak notes pekerjaan dan deadline yang tak lama lagi. Ya, aku menangis.
Kalau menyerah jadi satu-satunya jalan. Bisakah saya memilihnya?

Komentar