Langsung ke konten utama

Postingan

Patah

Postingan terbaru

Untuk menyerah...

Kadang, menyerah terlihat lebih mudah daripada bertahan, sesederhana kita menghancurkan sesuatu yang bisa jadi sudah ditata dengan rapi sebelumnya. Segala sesuatunya terlihat rumit dan jauh, seakan perjalanan tidak memiliki ujung, tapi kita, dipaksa untuk terus melangkah bahkan lari. Beberapa hal diajarkan oleh semesta tanpa kita tau apa maksudnya. Beberapa hal selalu rumit untuk kita telaah apa manfaatnya untuk kita kelak. "Jangan lupa makan..." ujar perempuan tua itu yang menyadarkanku dari lamunan. Aku hanya menoleh kearahnya, sambil menatap hujan deras di luar ruangan. Ia seperti tahu betul kalau pikiranku sedang rumit-rumitnya. Tak lama kemudian aku menyandarkan kepalaku di depan laptop sembari memandangi hujan yang semakin deras.  Ada perempuan mungil yang tengah berdiri di depan kantor, seperti sedang menunggu seseorang. Aku hanya menatapnya kosong. Tak lama kemudia keluar seorang laki-laki yang menemui perempuan mungil itu. Mereka berpelukan dan tampak bahagia satu sa...

21th

Ini tahun ke 21 saya tumbuh. Tidak ada yang spesial atau terlampau menyenangkan untuk saya tulis. Karena.. ya, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, saya masih tetap seperti ini. Perempuan kecil yang banyak mimpi tapi sedikit usaha. Perempuan lemah dengan banyak khayalan di kepalanya. Perempuan kecil yang selalu berusaha menghidupi dirinya sendiri, termasuk membahagiakan dirinya sendiri.  Menyesal, belum banyak hal yang bisa dicapai, setidaknya untuk membuat orang tua saya senang.  Namun, bukankah setiap bertambahnya umur, semua orang selalu mengatakannya? lagi dan lagi.  Kita semua pernah mengutuk diri sendiri gagal, merasa rendah diri dan semena-mena menjatuhkan diri sendiri. Alih-alih bangkit dan percaya diri kemudian berusaha membuktikan, jika diri sendiri tidak selemah itu.  Untuk pertama kalinya merasa sudah dewasa, dan untuk kesekian kalinya merasa belum berguna sepenuhnya sebagai manusia. Meskipun begitu, saya percaya, dan akan selalu percaya dengan mimpi-mimpi...

In another life

"Kamu tahu, kalimat paling sedih di dunia ini?" Perempuan itu menatap langit-langit atap kemudian menggelengkan kepala. "In another life... " ujarnya sambil mengeja pelan kata per kata. "Hmmm.. why?" "In another life.. Kalimat penenang saat kita berharap ketidakmungkinan bisa terjadi hari ini. Ketika semua orang menyakini bahwa beberapa kemustahilan bisa terjadi, suatu saat, mungkin lusa, mungkin tahun depan, atau... di kehidupan selanjutnya. "

Dream

Hai, apa kabar? udah bulan maret aja nih. Kayaknya baru kapan kita ngrayain tahun baru. Nggak tau kenapa suka ngerasa kalau waktu makin kesini makin cepet. Pandemi udah hampir setahun, eh enggak, emang udah setahun. Bulan baru, semester baru, dan merasa semakin tua juga. Rasanya capek, capek banget.  Kemarin sempat ada drama masalah proposal seminar. Minggu pertama masuk udah diumumin urutan maju seminar, dan aku dapet urutan pertama. Down banget rasanya karena belum banyak persiapan. Tapi ternyata bisa melewati itu semua meskipun sempat dicecer pas hari H, tapi ya yaudah gapapa, maklum karena kloter pertama belum banyak persiapan.  Senang-senang susah maju awal itu, senang karena cepat selesai, tapi juga susah karena harus diburu-buru. Bener-bener dua minggu pusing banget mikirin judul, sempat ganti judul karena latar belakang gak sesuai kemauan dosen, ngrombak proposal satu hari, nangis, overthinking masa depan. Tapi alhamdulillah bisa melewati itu semua, dan dari itu semua ...

Move on

Konon katanya orang yang kamu sukai saat kamu umur 16 th akan berpengaruh pada kehidapan kamu selanjutnya. Aku pengen nggak percaya, tapi itu terjadi dan nyata buat saya. Sulit ternyata buat pengen lupa sama masa lalu. Gimana bisa selesai sama masa lalu kalau buat lupa aja nggak bisa. Rasanya setiap udah nemuin orang yang cocok buat dikasih rasa, ujung-ujungnya balik ke orang yang sama. Meskipun orang itu nggak tau gimana kabarnya sekarang.  Tapi hidup kudu tetep muter even hati kita gatau masih ketinggal dimana. Kalau aja ngasih perasaan sama orang lain itu semudah kita pasang copot baterai, kita nggak perlu berusaha lupa dan nggak perlu mikir dua kali buat suka, semua orang nggak bakal tanya sama temennya "gimana caranya move on?" tapi ternyata enggak, enggak semudah itu. Beberapa orang ngasih ruang terlalu banyak buat orang lain hingga saat orang itu pergi, kita sedih dan ngrasa kesepian. Padahal harusnya nggak gitu, suka sama orang lain itu secukupnya.  Move on jadi topik...

Resolusi

Hujan itu tidak selesai-selesai juga sejak tadi pagi. Tembalang yang selalu saja panas tiba-tiba jadi dingin kalau di musim hujan. Panas yang terlalu juga dingin yang terlalu, Tembalang selalu seperti itu.  Ternyata sekarang sudah mulai masuk bulan Februari, waktu terasa secepat itu, padahal baru saja semua orang merayakan pergantian tahun. Berganti bulan, sudah saatnya melihat apakah resolusi bulan lalu benar-benar terlaksana, ternyata tidak satupun. Bahkan resolusi tahunan pun kadang hanya jadi resolusi di atas kertas yang tidak berguna. Resolusi yang ujung-ujungnya sebatas harapan yang enggan untuk dilaksanakan. Ada satu quotes yang selalu saya ingat "you can't go back and change the beginning, but you can start where you are and change the ending." Namun dari kesemuanya itu, setidaknya kita masih bisa memulai segala hal yang tertunda. Bukan menyerah dan melupakannya. Karena kalau menyerah suatu saat pasti akan menyesal. Kalau kita tidak bisa memulai dengan baik, setid...