Hari ini mendung, sesekali terdapat garis menyala yang membelah langit seketika. Hujan deras. Angin itu menghantam pepohonan di jalanan. Perempuan itu tengah menunggu hujan reda di depan halte. Sementara seorang laki-laki hendak turun dari bus.
"Enggak naik mbak?" tanya laki-laki itu.
"Enggak mas, bus saya masih lama," balasnya dengan sedikit senyum.
Jalanan masih terus ramai, tidak peduli hujan ataupun angin. Orang-orang mengejar kesibukan masing-masing. Meyalip sana-sini, berteriak sembari menawarkan beberapa dagangannya, beberapa di antara mereka menunggu hujan di depan toko yang sudah tutup atau sekedar mampir makan bakso untuk mendapat kehangatan. Butir hujan itu memukul-mukul atap halte hingga dua orang itu merasa bising. Perempuan itu merapatkan tangannya untuk menciptakan sedikit rasa hangat. Tak lama kemudian ada taksi datang. Laki-laki itu masuk dengan sedikit melambaikan tangannya pada perempuan itu. Ia menatap lekat punggung laki-laki itu hingga bayangannya berlalu.
Ya. Ternyata dua orang itu hanya sekedar bertemu. Mereka berpapasan dan saling sapa sebagaimana manusia pada umumnya.
Ternyata cerita dua manusia tak selalu senang meskipun pada awalnya terlihat baik-baik saja. Ternyata pertemuan tak selalu berujung persatuan karena kadang hadir bukan satu-satunya jaminan dua manusia bisa saling untuk selamanya. Kita akan selalu berpapasan dengan manusia lain, beberapa sekedar hadir, beberapa tinggal untuk sebentar, beberapa tinggal lebih lama kemudian pergi dan sepersekian dari yang lain tinggal untuk selamanya. Tidak. Kita tidak bisa memaksa mereka untuk tinggal karena kalau mereka hendak pergi berarti kita bukan rumahnya. Hati akan terus berlabuh sebagaimana kapal yang mencari dermaganya. Begitupun manusia, mereka akan singgah dan pergi untuk mencari pelabuhan terakhirnya. Kita tidak harus memberi seluruhnya karena kita tidak pernah tau seberapa lama mereka tinggal. Kita simpan beberapa ruang untuk diri kita sendiri hingga suatu saat seseorang itu pergi, kita tidak pernah merasa kehilangan.
Karena di dunia ini tidak ada yang kekal termasuk kehadiran seseorang.
Source picture : unplash

Komentar