Dan satu detik di antara hari-hari tersebut membicarakan kita. Sudah dewasa katanya. Kerlap-kerlip kehidupan yang membuat kita tumbuh sebagaimana mestinya. Taukah kamu? siapa di antara kita yang tidak bisa tumbuh dengan baik. Kamu tahu jawabannya. Ya, itu aku. Ternyata benar kata seseorang itu, "yang datang tidak pernah menggantikan yang pergi karena kenangan punya tempatnya masing-masing." Kita hanya tokoh yang tidak pernah diceritakan dalam satu buku. Dunia melahirkan kita sebagai manusia yang tidak akan bertemu dalam satu alur cerita. Tidak. Aku tidak pernah menyedihkannya, karena kamu tau aku bisa hidup dengan perasaanku sendiri. Sejak dulu kamu tau kalau, kita bukanlah sepasang yang bisa saling selamanya.
Satu hari diantara hari-hari yang panjang aku menapaki jalan kecil itu (lagi). Bukankah indah jika kita mengingat hal menyenangkan di masa lalu? pertanyaan yang konyol. Cerita masa lalu tidaklah menyenangkan sekalipun indah, karena cerita itu hanya terjadi di masa lalu. Aku bodoh, seperti yang kamu tau selama ini. Aku hanya ingin, bisa tetap tumbuh dengan baik, bisa dewasa dengan baik tanpa ending yang indah pada cerita kita.
Musim yang terus berganti seperti halnya hujan yang kian deras tiap harinya. Akupun ingin terus bertumbuh. Mencapai impian. Pergi kemanapun yang aku mau. Hingga memiliki kebebasan finansial agar bisa hidup sebebas mungkin. Meskipun ujung-ujungnya semuanya itu masih sebatas "ingin" yang entah kapan bisa tercapai. Aku tidak tahu kapan perjalanan ini akan sampai, yang jelas, aku masih ingin terus berproses. Hingga suatu saat jika waktu secara tidak sengaja menemukan kita, tidak ada lagi alasan untukku ingin kembali karena aku bisa bahagia dengan cara yang aku raih.
Source picture : unplash

Komentar